Posted by: sara. on: Oktober 20, 2007
“Nak, kalau mau membenci, benci sifat dan kelakuannya, bukan orangnya”
itu yang Sara denger dari papa Sara waktu smp dulu..
Entah apa yang Sara omongin sampe-sampe papa ngomong gitu ke Sara,, Tapi ngga tau kenapa, Sara ga bisa lupa momen saat papa ngomong itu (sampe tempat dan waktu juga masih inget).
Sejak itu, Sara yang masih hijau, mulai berusaha untuk ngga membenci orang yang awalnya sudah Sara benci mati-matian karena alasan sepele anak kecil.
Mulai berusaha memaafkan hal kecil dan inget, “Dia kan manusia juga, bisa salah.” sedangkan untuk hal besar, yang Sara lakukan hanya diam, entah apapun yang Sara sebenarnya ingin katakan.
Tapi, kadang kerasa bedanya, memaafkan dengan memendam benci itu di dalam,, Dan Sara bingung, yang lagi Sara lakukan sekarang ini apa???
Lagi-lagi, kalo Sara lagi diperlakukan oleh orang (siapapun itu) yang Sara ngga suka, kadang kemarahan Sara rasanya berlebihan, seperti mengutuk, mencerca, menghajar sampe mati dalam hati.
Sara sadar, orang yang pernah melakukan hal buruk ke Sara, pernah Sara maafkan, tapi dengan tingkatan tertentu.
Sara benci itu.
Bukan dengan temen sara, tapi dengan yang mereka lakukan, tapi yang Sara malah jadi memperlakukan mereka berbeda-beda. Kenapa ngga bisa selesai dengan kata maaf yang sederhana?
Apa karena Sara merasa kalau hak Sara belum terpenuhi??
Itu bukan berlaku di sekolah aja, tapi di setiap lingkungan, baik lingkungan keluarga ataupun bukan keluarga.
Sara benci harus disuruh-suruh, didikte, dimarahin, dipaksa, ditinggalin, tidak didengarkan, dianggap bodoh, diharapkan berubah, dan semua hal yang seluruh manusia lain ngga suka.
Tapi Sara ngga bisa lupa ke orang yang sudah melakukan hal-hal yang buat Sara benci itu. Sara marah, dalam hati, marah lagi, marah lagi dan akhirnya cuma disimpan.
Apalagi dengan hal-hal yang sudah buat Sara sakit hati, sampe membentuk kepribadian yang membenci trus menerus.
Dan yang paling Sara benci, kenapa Sara cuma diam? Apa Sara menikmati membenci orang? Membenci hal-hal yang sudah lewat?
Memangnya mau mati sambil benci sama semuanya???
Ya Tuhan, maafkan Sara yang tidak bisa berhenti membenci…
Sara ngga bisa langsung ngomong ke orang yang bersangkutan, kenapa??
Takut?
Bukan takut.
Tapi ngga mau jarak yang sudah Sara buat semakin lebar. Bukannya itu hal baik??
Apa bukannya itu cuma alasan aja kalau Sara ngga mau dijauhin oleh orang lain?
Iya, jelas Sara ngga mau.

Tapi Sara terus-terusan jalan ditempat.
Dan ngga mau kayak gini trus.
aa,
karena masih dalam lingkup waktu lebaran,
Sara mohon maaf atas kesalahan-kesalahan saRa
Selamat Lebaran
dan kadang membenci orang sampai mencacimakinya itu menyenangkan. ehehheeee.. cuma sekedar buat melegakan. abis lega ya selesai.
forgiven not forgotten…
hoho, kita sama *toss*
![]()
benar sekaliii. tapi,sering sayah benci dua duanya,hehe..
hoho, sama sajaa
![]()
iya..tapi jadi suka kebawa bawam akhirnya ujungnya kit abenci orang nya juga
iya, makanya jadi susah
![]()
“Nak, kalau mau membenci, benci sifat dan kelakuannya, bukan orangnya”
Injih…pak..!!!!
hehehe…..kabur ah
*kejer kejer*
![]()
Oktober 20, 2007 pada 9:09 am
Hi sara lam kenal.
Setuju tuh dgn papa nya, benci kesifat jgn keorangnya. Kl sy sendiri ya, alhamdulillah gampang melupakan n memaafkan org. Tak anggap lalu saja. Dan itu yg bikin hari2 sy ringan. Cheers