Posted by: sara. on: Januari 24, 2008
lagu setegah abad yang berulang syairnya
pedih, pedih menyesakkan raga
senyum tipis yang tak bertahan lama di rautnya
silih berganti bersama untaian derai air mata
.
kapan pun mematikan radio usang itu
suara ricuh dan peluh tetap berputar dan berputar
ditutup mata sayu berkacamata penuh debu
dan mulai berjalan tanpa arah dengan telapak yang kasar
.
hanya tertegun dihadapan kaca dan tersenyum payah
tangan lelah yang ringkih meraba-raba
peninggalan dari masa kusam nan bahagia tinggal kisah
hanya kursi rotan kosong bergerak bersama
.
.
*sambil denger 1973-James Blunt berulang ulang kali*
Tinggal bikin aransemennya…
bener kata adit. tinggal dibikin aransemennya. petikan gitar aja…dinyanyikan waktu hujan bersama secangkir cokelat hangat…
cowok emang gitu, makanya saya gak mau punya hubungan khusus ma cowok
*halah*
kok bisa sampe setengah abad gitu
*ckckckck geleng2*
*melow mode on* yang melow melow aku juga sukaaa
Januari 24, 2008 pada 12:38 pm
wihiii sara bikin puisi!
keren
saysar…